Riwayat Karir |
: - Menteri Muda Kesehatan Kabinet Sjahrir II (12 Maret 1946 - 2 Oktober 1946)
- Wakil Menteri Kesehatan Kabinet Sjahrir III (2 Oktober 1946 - 27 Juni 1947)
- Menteri Kesehatan Kabinet Amir Sjarifuddin I (3 Juli 1947 - 11 November 1947)
- Menteri Kesehatan Kabinet Amir Sjarifuddin II (11 November 1947 - 29 Januari 1948)
- Menteri Kesehatan Kabinet Hatta I (29 Januari 1948 - 4 Agustus 1949)
- Menteri Negara Kabinet Hatta II (4 Agustus 1949 - 20 Desember 1949)
- Menteri Kesehatan Kabinet Republik Indonesia Serikat/RIS (20 Desember 1949 - 6 September 1950)
- Menteri Kesehatan Kabinet Natsir (6 September 1950 - 20 Maret 1951)
- Menteri Kesehatan Kabinet Sukiman-Suwirjo (27 April 1951 - 3 April 1952)
- Menteri Kesehatan Kabinet Wilopo (3 April 1952 - 30 Juli 1953)
- Menteri Kesehatan Kabinet Burhanuddin Harahap (12 Agustus 1955 - 24 Maret 1956)
- Menteri Sosial Kabinet Djuanda (9 April 1957 - 10 Juli 1959)
- Menteri Distribusi Kabinet Kerja I (10 Juli 1959 - 18 Februari 1960)
- Wakil Menteri Utama merangkap Menteri Distribusi Kabinet Kerja II (18 Februari 1960 - 6 Maret 1962)
- Wakil Menteri Pertama I Kabinet Kerja III (6 Maret 1962 - 13 Desember 1963)
- Wakil Perdana Menteri II Kabinet Kerja IV (13 November 1963 - 27 Agustus 1964)
- Menteri Koordinator Kabinet Dwikora I (27 Agustus 1964-22 Februari 1966)
- Wakil Perdana Menteri II merangkap Menteri Koordinator, dan Menteri Perguruan Tinggi & Ilmu Pengetahuan Kabinet Dwikora II (24 Februari 1966 - 28 Maret 1966)
- Wakil Perdana Menteri untuk urusan Umum Kabinet Dwikora III (27 Maret 1966 - 25 Juli 1966)
BIOGRAFI
Dr. Johannes Leimena (Ambon, 6 Maret 1905 - Jakarta, 29 Maret 1977) adalah seorang tokoh politik Indonesia. Leimena menjabat dalam 18 kabinet yang berbeda, sejak masa Kabinet Sjahrir II (1946) hingga Kabinet Dwikora II (1966), baik sebagai Menteri Kesehatan, Wakil Perdana Menteri, maupun Wakil Menteri Pertama. Selain menjadi Menteri Kesehatan Indonesia yang pertama, Leimena juga menjabat sebagai Menteri Kesehatan Indonesia yang paling lama (selama 21 tahun) dari 1945-1966. Selain itu, Leimena juga seorang Laksamana Madya (Tituler) di TNI Angkatan Laut.
Leimena menyelesaikan pendidikan kedokterannya di STOVIA, Surabaya (1930), dilanjutkan di Geneeskunde Hogeschool/GHS (Sekolah Tinggi Kedokteran) di Jakarta yang diselesaikannya pada tahun 1939. Ia juga salah seorang pendiri Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI).
Pada tahun 1914, Leimena hijrah ke Batavia (Jakarta). Di Batavia ia meneruskan studinya ke ELS (Europeesch Lagere School), namun hanya beberapa bulan saja lalu pindah ke sekolah menengah Paul Krugerschool (kini PSKD Kwitang). Dari sini J. Leimena melanjutkan ke MULO Kristen, kemudian ke STOVIA (School Tot Opleiding Van Indische Artsen).
Dengan keaktifannya di Jong Ambon, Leimena ikut mempersiapkan Kongres Pemuda Indonesia 28 Oktober 1928, yang menghasilkan Sumpah Pemuda. Perhatian Leimena pada pergerakan nasional kebangsaan berkembang sejak pertengahan tahun 1920-an.
Keprihatinan Leimena atas kurangnya kepedulian sosial umat Kristen terhadap nasib bangsa, merupakan hal utama yang mendorong niatnya untuk aktif pada "Gerakan Oikumene". Tahun 1926, Leimena ditugaskan untuk mempersiapkan Konferensi Pemuda Kristen di Bandung. Konferensi ini adalah perwujudan pertama Organisasi Oikumene di kalangan pemuda Kristen. Setelah lulus studi kedokteran STOVIA, Leimena terus mengikuti perkembangan CSV yang didirikannya saat ia duduk di tahun ke 4 di bangku kuliah. CSV merupakan cikal bakal berdirinya GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia) tahun 1950.
Tahun 1945 Partai Kristen Indonesia (Parkindo) terbentuk dan pada tahun 1950 Leimena terpilih sebagai ketua umum dan memegang jabatan ini hingga tahun 1957. Selain di Parkindo, Leimena juga berperan dalam pembentukan DGI (Dewan Gereja-gereja di Indonesia, kini PGI), juga di tahun 1950. Di lembaga ini Leimena terpilih sebagai wakil ketua yang membidangi komisi gereja dan negara.
J. Leimena mulai bekerja sebagai dokter sejak tahun 1930. Pertama kali diangkat sebagai dokter pemerintah di "CBZ Batavia" (kini RS Cipto Mangunkusumo). Tak lama di sini ia ditugaskan di Karesidenan Kedu saat Gunung Merapi meletus. Setelah itu dipindahkan ke Rumah Sakit Zending Immanuel Bandung. Di rumah sakit ini ia bertugas dari tahun 1931 sampai 1941.
Ketika Orde Baru berkuasa, Leimena mengundurkan diri dari tugasnya sebagai menteri, namun ia masih dipercaya Presiden Soeharto sebagai anggota DPA (Dewan Pertimbangan Agung) hingga tahun 1973. Usai aktif di DPA, ia kembali melibatkan diri di lembaga-lembaga Kristen yang pernah ikut dibesarkannya seperti Parkindo, DGI, UKI, STT, dan lain-lain. Ketika Parkindo berfusi dalam PDI (Partai Demokrasi Indonesia, kini PDI-P), Leimena diangkat menjadi anggota DEPERPU (Dewan Pertimbangan Pusat) PDI, dan pernah pula menjabat Direktur Rumah Sakit DGI Cikini.
Pada tanggal 29 Maret 1977, J. Leimena meninggal dunia di Jakarta.
Retrieved from "http://www.ghabo.com/gpedia/index.php/Dr._Johannes_Leimena"
|